“Bidang anda tidak sesuai dengan prioritas kami…”
...Bidang anda tidak sesuai dengan prioritas kami…”
Kalau berbicara tentang study ke Prancis, aku nggak akan pernah lupa dengan kalimat di atas…
Suatu pagi di Jakarta… aku menangis sedih…
Aku ingat kalimat sebelumnya, dari suara yang sama sebelum berangkat ke Jakarta.
Di pagi yang sejuk itu aku menerima telpon dari SCAC Jakarta…
“Anda kami undang untuk wawancara”.
Hampir tak percaya ternyata berkas ku untuk mendaftar sebagai calon penerima beasiswa dari kedutaan Prancis di Jakarta lolos seleksi untuk wawancara…
Baru wawancara sih… tapi awal yang bagus kan…
Lalu, tiba-tiba terpikir tentang masalah transportasi untuk ke Jakarta.
Apakah mereka akan membantu saya?
“Yah… mungkin sebaiknya anda pikirkan juga hal itu.
Kami tidak memiliki dana untuk transportasi para calon yang akan diwawancarai.
Memang Jakarta jauh dari tempat tinggal anda, dan biaya pesawat nya mahal.
Dan lagi, anda belum tentu akan mendapatkan beasiswa itu”
Jawaban dari Monsieur R… membuatku menimbang-nimbang kembali niatku untuk wawancara.
Tapi itu adalah kesempatan yang mungkin nggak akan datang keduakali.
Harga tiket mahal... jauh lebih mahal daripada gajiku sebulan.
Akhirnya, dengan usaha pinjam sana-sini, aku bisa mendapatkan tiket ke Jakarta.
Suatu pagi di Jakarta… aku menangis sedih…
Kutelpon Monsieur R… di kantornya,
Kutanyakan, jam berapa namaku dijadwalkan untuk wawancara…
“Hmmm… kami sudah mempelajari berkas anda, ternyata bidang anda tidak sesuai dengan prioritas kami.
Jadi wawancara kami batalkan.”
Gubraakkkk!!!
“Hah??!!??” Sejenak aku terpana…
“Tapi aku sudah di Jakarta! Mengapa anda baru mengatakannya sekarang? Saya justru sudah siap pergi ke kantor anda”
“Oh!!??... sebentar…”
Beberapa menit, tak ada suara… sepertinya Monsieur R… meletakkan gagang telpon dan berdiskusi dengan seseorang.
“Ok. Kalau begitu, kami akan pelajari lagi berkas anda, dan tolong hubungi saya kembali jam 2 siang ini.”
Aku nggak habis pikir… bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi?
Sesudah makan siang, aku nggak mau jauh dari telpon. Dan jam 2 pil poil… ku telpon lagi Monsieur R…
“Anda bisa datang jam 3 sore?”
Akh... sejam lagi…
“OK. Aku di sana jam 3 sore”
Pertama kali ke SCAC Jl.Panarukan… taksi yang kutumpangi berkeliling kota… oufs…
Jam 3 sore… di kantor SCAC sudah ada 2 orang gadis yang antri…
Mereka keliatan sangat percaya diri dan cantik-cantik pula :D
Mudah-mudahan "kecantikan" bukan salah satu kriteria... ^_^
Ternyata aku masih harus menunggu… menunggu…
Hampir jam 5 sore… tinggallah aku sendiri di ruang tunggu,
Monsieur R… muncul memperkenalkan dirinya dan mengajakku ke ruang wawancara.
Di situ sudah menunggu "Harry Potter" dan Monsieur G.
Kuperkenalkan diri… dan mereka mulai bertanya tentang bidang ilmu dan proposal penelitianku; termasuk juga “attestation” dari profesor yang sudah bersedia menjadi pembimbingku.
Entah berapa lama wawancara itu berlangsung, setelah bersalaman tanda wawancara selesai, hari telah lewat senja…
Jakarta direngkuh malam…
Kuserahkan hasil wawancara itu pada keputusan si Monsieurs R, G, Harry Potter… dan ijin Tuhan…
Yang terpenting bagiku waktu itu… kedatanganku ke Jakarta tidak sia-sia…
Aku “berhasil” diwawancarai.
“Bidang anda tidak sesuai dengan prioritas kami…”
Ternyata kalimat itu tidak berlaku lagi… ketika suatu hari di bulan desember Ibu Ida dengan suara lembutnya mengabarkan bahwa aku diundang untuk mengikuti kursus bahasa Prancis di CCF Salemba Jakarta.
Kesempatan itu kuraih.
Aku dapat beasiswa!
Vany - BGF 2002
Email@Vany
Baca selanjutnya!